Kamis, 03 April 2008

Step 3: Rising from Ash

2 April 2008
Hari yang masih tetap cerah setelah kebodohan yang dilakukan semalam. Yap, dihari ini aku kurang tidur, 3 jam tepatnya. Pagi hari ternyata adik perempuanku gak bisa sekolah gara2 sakit leher karena salah posisi tidur. Pagi itu juga aku disuruh sama nyokap tuk ngantri minyak tanah. Gila aja ternyata, yang ngantri ternyata banyak, lalu aku mulai menyalahkan pemerintah dengan kata..."jahat". Cape mengantri cuma dapat 10 ltr, itupun ternyata jerigen yg ku bawa bocor ditengah jalan. Bete, di rumah, aku pergi ke warnet seperti biasa...bablas lagi seperti biasa

Step 2: Becoming Dusk Again

hari dodol, mungkin lebih tepat tuk menggambarkan sebuah kebodohan yg berulang dari seorang manusia.Yups, inilah kisahku di tanggal 1 April 2008.
Pagi hari yg cerah setelah kemaren dengan penuh keberanian memulai hidup yg baru, ku coba menjalaninya dengan senyum. Namun lacur pagi itu aku kembali melangkahkan kaki ke warnet cluster yg seperti biasa menyediakan happy hour setiap paginya. Yap hari itu aku kembali main game online ayodance, bablas lagi, sudah gak tau ini yg keberapakalinya. Pada akhirnya aku terlambat ke kampus yang tentunya terlambat bertemu teman baikku Syifa.
Sampai dikampus di ruang SDC tercinta yg mungkin sudah menjadi rumah keduaku. Syifa langsung menyuruhku mengerjakan skripsi. Senang dan malu juga sih, soal aku masih nothing alias belum ada yang aku kerjain walaupun gak pantes dibilang zero juga. Ku coba mengerjakan Bab II, tapi kenyataannya baru beberapa jam ngerjain, otakku langsung hang, bingung mau nulis apa. Pada akhirnya pekerjaanku terbengkalai, aku lebih sibuk chatting dan buka internet karena gak bikin kepala jd mumet. Pada hari itu ternyata bang roy, boss besar SDC ternyata pulang lebih malam, makin bablaslah aku diruangan SDC. Sialnya lagi bukannya mengerjakan hal-hal positif, aku malah sibuk buka salah satu situs hentai favoritku. Mungkin ini juga salah satu kebodohan terbesarku, gara-gara liat gambar kartun yg tentunya bukan buat komsumsi anak-anak, aku melakukan mastubasi setelah sekian lama absen. Say Good Bye to Akal. Hari itu aku pulang jam 12 malam dengan lemas, perasaan salah yang segudang, dan skripsi masih jauh dari kata kelar.